Minggu, 16 Januari 2011

persahabatan tiga binatang buas

Di habitatnya aslinya, singa, harimau dan beruang hitam Amerika tak mungkin bersahabat. Sesama predator, mereka justru bersaing memperebutkan mangsa.

Namun hal berbeda terjadi pada Leo (singa), Shere Kan (harimau), dan Baloo (beruang hitam Amerika). Tiga binatang buas itu bersahabat.

Ketiganya dibesarkan bersama sejak masih bayi di pusat rehabilitasi binatang "Noah's Ark" atau "Bahtera Nuh" di Locust Grove, Georgia pada tahun 2001.

Sekarang di usia mereka yang sembilan tahun, ketiganya masih seperti saudara.

"Baloo yang beratnya 1.000 pon, Shere Khan dan Leo yang beratnya 350 pon bermain seperti kakak-beradik yang sedang main bersama," kata asisten direktur Niah's Ark, Diane Smith.

"Mereka tak menyadari, di lingkungan berbeda, mereka tak mungkin jadi teman."

Kata Smith, Baloo dan Shere Khan bahkan sangat dekat. "Sangat luar biasa melihat Beruang Amerika raksasa merangkul Harimau Bengali, dan melihat harimau itu bersandar seperti kucing,' kata dia.

Sementara Leo si singa tidur sepanjang hari. "Saat Leo bangun, ketiganya akan bermain-main tanpa henti sebelum akhirnya duduk tenang menikmati makanan masing-masing."

Tiga serangkai binatang buas itu punya laman Facebook sendiri: Noah's Ark Club House.

Wanita Spanyol Klaim Pemilik MATAHARI

Eksistensi Matahari sebagai pusat tata surya telah berlangsung jutaan tahun. Meski ada yang memujanya, tak ada yang pernah berpikir untuk mengeruk keuntungan dari Sang Surya, sampai hari ini.

Seorang perempuan dari Galicia, Spanyol -- daerah yang disinari Matahari di perbatasan Spanyol dan Portugal -- mengklaim sebagai pemilik Matahari. Ia bahkan mendaftarkan kepemilikannya.

Perempuan nekat itu bernama Angeles Duran (49). Ia berkoar bahwa Matahari adalah miliknya saat ini. Ia bahkan mendaftarkan kepemilikan atas Matahari di kantor notaris.

Kepada situs berita Spanyol, El Mundo, Duran mengaku mulai menempuh langkah mengklaim Matahari September lalu. Ia terinspirasi sebuah berita yang mengabarkan seorang pria Amerika Serikat yang mendaftarkan dirinya sebagai pemilik Bulan dan sebagian besar planet di tata surya kita, Bima Sakti.

Ada sebuah kesepakatan internasional yang menyatakan bahwa tidak ada negara dapat mengajukan klaim kepemilikan terhadap sebuah planet atau bintang. Tapi, Duran berdalih, tak ada larangan bagi individu mengajukan klaim.

"Tak ada larangan untuk itu. Klaimku didukung hukum. Aku tidak  bodoh, aku tahu hukum."

"Aku, juga orang lain bisa mengajukan klaim. Dalam hal ini, kebetulan aku melakukannya lebih dulu," tambah dia.

Dokumen yang dikeluarkan oleh notaris menyatakan, Duran adalah 'pemilik'  Matahari, bintang tipe spektral G2 yang berlokasi di pusat tata surya -- yang berjarak  149.600.000 kilometer dari Bumi.

Dengan bersenjatakan akta notaris, Duran yang tinggal di Salvaterra do Mino mengatakan ia akan meminta bayaran pada siapapun yang menggunakan Matahari. Uang yang ia dapatkan akan diberikan separuhnya pada pemerintah Spanyol -- 20 persennya untuk dana pensiun.

Selain itu, ia juga berniat memberikan 10 persen lainnya untuk penelitian, 10 persen untuk mengurangi bencana kelaparan dunia, dan sisanya, juga 10 persen untuk dirinya sendiri.

Klaim Duran menimbulkan reaksi dari berbagai belahan dunia. Seperti dimuat situs Daily Mail, seorang pembaca dari Thailand menganggap ini sebagai sebuah lelucon. "Apakah perempuan bodoh tahu bahwa matahari adalah bintang terdekat bumi. Dasar orang aneh!"

Atau seorang pembaca lain dari New York. "Bagus kalau begitu, tanteku yang menderita kanker kulit akan menuntutnya."

Jwaban nasa tentyang segitiga bermuda

Pada Minggu 5 Desember 2010 kemarin, sejumlah orang berkumpul di Bandara Internasional Fort Lauderdale, Hollywood. Mereka mengenang kejadian hilangnya skuadron Flight 19, 65 tahun lalu.

Lima pesawat dan 14 kru pesawat itu hilang di Segitiga Bermuda, sebuah kawasan yang berada dalam garis  imajiner yang menghubungkan  tiga wilayah yaitu  Bermuda, Puerto Rico, dan Miami di Amerika Serikat.

Banyaknya kapal dan pesawat yang raib di kawasan itu membuat Segitiga Bermuda jadi salah satu lokasi paling misterius di muka Bumi.

Sejumlah spekulasi beredar, bahwa di Segitiga Bermuda terdapat lubang hitam 'black hole', atau alien yang bersembunyi di bawah lautan, portal ke dimensi lain, gas methan, lokasi Atlantis yang hilang, hingga rumah iblis, Dajal.

Sejumlah pertanyaan soal Segitiga Bermuda juga disodorkan ke Badan Antariksa AS, NASA. Berikut jawabannya. 

Apakah ada hubungan antara Segitiga Bermuda dan lubang hitam 'black holes'?
Tidak ada lubang hitam di Segitiga Bermuda. Pada kenyataannya, bahkan tak  ada yang namanya Segitiga Bermuda. Banyaknya kasus kehilangan di wilayah itu konsisten dengan wilayah lainnya. (Ilmuwan NASA, Dr Eric Christian)
Segitiga Bermuda dan  Zona De Silencia di Meksiko berada pada garis lintang yang sama dan kedua tempat ini misterius. Zona De Silencia diketahui bisa  menarik meteorit dari langit, sementara Segitiga Bermuda dikenal karena banyak kapal dan pesawat yang hilang secara misterius. Mengapa dua wilayah ini tidak diteliti?
Fakta-fakta tentang lokasi tersebut salah. Tidak ada bagian dari Bumi yang bisa menarik meteorit dari langit, tidak ada anomali gravitasi yang aneh. Medan gravitasi bumi telah dipetakan dengan presisi luar biasa terutama oleh perusahaan yang menggunakan peta gravitasi untuk mengetahui potensi minyak dan mineral.

Juga tidak ada penghilangan lebih misterius di Segitiga Bermuda daripada di bagian laut lain di zona badai.  Artinya, tidak ada yang misterius dari dua lokasi tersebut. Saya sarankan agar Anda mencoba untuk mengevaluasi akurasi sumber Anda dan menghubungkannya dengan dunia nyata, bukan fantasi ini.
(Astrobiologis dan ilmuwan senior NASA, David Morrison)

Jawaban NASA senada dengan apa yang dimuat situs Sejarah Angkatan Laut Amerika Serikat, www.history.navy.mil. Dijelaskan, bahwa faktor signifikan yang menyebabkan hilangnya kapal di Segitiga Bermuda adalah arus laut yang kuat, disebut Gulf Stream.

Badai yang datang tiba-tiba itulah yang menyebabkan kapal angkatan laut  hilang di Bahama, Saratoga. Kapal dan-krunya hilang tak berbekas pada 18 Maret 1781.

Dijelaskan juga bahwa tidak hanya di Segitiga Bermuda, banyak kapal-kapal Angkatan Laut AS lainnya telah hilang di laut karena  badai di seluruh dunia -- secara mendadak.

Kapal dan pesawat bisa hilang secara tiba-tiba di wilayah Segitiga Bermuda itu karena anomali kompas yang bisa mengacaukan sistem navigasi. Soal adanya anomali ini pernah dicatat oleh Columbus dalam pelayarannya.

Dalam sejumlah catatan disebutkan bahwa Segitiga Bermuda adalah salah satu dari dua  lokasi di dunia yang memiliki anomali. Wilayah lain adalah laut Jepang dan Filipina, yang juga dikenal dengan nama yang mirip, 'Segitiga Formosa'. (NASA)

Permintaan" aneh" terpidana mati jelang ajal

Sudah menjadi kebiasaan di sejumlah negara untuk mengabulkan menu makanan terakhir terpidana mati sebelum eksekusi. Meski banyak narapidana yang tak peduli lagi dengan makanan terakhirnya, namun ada juga yang mengajukan menu-menu aneh kepada sipir.

Seperti dikutip dari laman Telegraph, berikut sejumlah menu aneh permintaan narapidana asal Amerika Serikat menjelang eksekusi mati.

1. Thomas J GrassoGrasso menjalani eksekusi mati pada 1995 atas tindak kejahatannya membunuh wanita 85 tahun dengan lampu pohon natal. Sebelum eksekusi, ia mengajukan sejumlah daftar menu antara lain dua lusin udang rebus, dua lusin kerang rebus, Burger King doubel cheeseburger, enam iga babi panggang, dua gelas besar milkshake, satu kaleng SpaghettiOs dengan bakso, setengah pie labu, dengan stroberi, dan krim.

Semua permintaannya dikabulkan staf dapur penjara. Namun, ternyata ada satu kesalahan yang membuat Grasso kecewa. "Saya tidak mendapatkan SpaghettiOs saya, tapi spaghetti. Saya ingin pers untuk mengetahui hal ini," kata Grasso sebelum meninggal. SpaghettiOs merupakan salah satu produk spaghetti kaleng ternama di Amerika.

2. Robert BuellBuell dijatuhi hukuman mati atas kasus pembunuhan dan kekerasan seksual terhadap gadis 11 tahun, Harrison Krista, pada 1982. Buell bersikeras tidak bersalah meskipun pengadilan menjatuhi hukuman 121 tahun penjara atas tuduhan perkosaan lainnya. Menu makanan terakhir yang diajukan adalah sebutir olive hitam tanpa biji.

3. Gerald Lee Mitchell

Mitchell menjalani eksekusi mati atas sejumlah kasus kriminal antara lain membunuh seorang pria yang tidak bersedia menyerahkan kalung incarannya. Ia juga dituduh merampok dan menembak dua orang dalam transaksi obat-obatan terlarang. Menu makanan terakhirnya mungkin tak bergizi tapi sangat warna-warni dan ceria: sekantong permen Jolly Rancher dalam berbagai rasa.

4. James Edward SmithEksekusi mati dilaksanakan pada Juni 1990 atas kasus pembunuhan dan perampokan di Houston, Texas. Sebagai makanan terakhirnya, Smith meminta kotoran, diduga agar ia bisa melakukan ritual voodoo. Keinginannya tidak dikabulkan karena kotoran tidak termasuk dalam daftar makanan yang disetujui sistem penjara. Dia akhirnya memilih menelan yogurt sebelum eksekusi mati.

5. Odell Barnes JrBarnes menjalani eksekusi mati atas kasus perampokan, pemukulan, dan penusukan wanita di sebuah rumah pada 1989. Menu makanan terakhir permintaannya mungkin yang paling sulit dikabulkan staf dapur penjara. Bagaimana tidak, ia meminta staf dapur menyediakan 'menu' keadilan, kesetaraan, dan perdamaian dunia.

Rumah telur solusi rumah tanpa pajak

VIVAnews - Dai Haifei, seorang arsitek 24 tahun di Beijing, Cina, menemukan solusi cerdas untuk hidup bebas dari biaya sewa rumah. Dia membangun sendiri sebuah rumah berbentuk telur yang didukung oleh matahari. Rumah ini pun bisa dipindah.

Struktur bangunan dengan tinggi 6 kaki, yang cukup kecil dan muat di tempatkan di trotoar, terbuat dari potongan bambu, kepingan kayu, tas karung, dan biji rumput yang diperkirakan akan tumbuh di musim semi.

Telur ini memiliki panel surya di atap sebagai kekuatan lampu untuk ruang yang nyaman. Biaya untuk membangun rumah ini dibutuhkan biaya US$ 1000 atau sekitar Rp9 juta, menurut China Daily.

Tampaknya ide Haifei telah menjadi tren hidup baru untuk tinggal di ruang kecil sebagai pengganti hunian berbayar sewa.

Misteri al Quran dari darah Sadam Hussein

Pemerintah dan ulama Irak dibuat bingung oleh sebuah salinan Al Quran. Sebab, kitab suci tersebut konon ditulis dengan darah mantan penguasa negeri itu, Sadam Hussein.

Salinan itu dibuat di akhir tahun 1990-an. Kala itu, Saddam memerintahkan para ahli kaligrafi untuk menyalin Al Quran menggunakan darahnya. Dengan  dalil sebagai ungkapan rasa syukur pada Allah, Saddam  menyumbangkan 27 liter darahnya, dalam waktu dua tahun, sebagai pengganti tinta.

Ada dua pilihan yang sulit yang harus segera diambil terkait salinan Quran itu: dihancurkan atau  dipertahankan.

"Apa yang dilakukannya, menulis Quran dengan darah adalah salah, haram," kata salah satu ulama Irak, Sheikh Samarrai, seperti dimuat laman The Guardian.

Peninggalan Saddam tersebut saat ini disimpan di sebuah ruangan dengan tiga pintu terkunci di masjid di Baghdad.

Sejumlah ilmuwan Barat turut memberikan pendapat soal ini.

Seperti dimuat situs LiveScience, Rabu, 22 Desember 2010, konservator di Museum Winterthur sekaligus profesor University of Delaware, Bruno Pouliot, mengatakan dari sisi seni, darah biasa digunakan untuk melukis atau menulis.

Tapi, itu biasanya menggunakan darah hewan bukan manusia--meski ada juga seniman yang memakai darah atau rambut manusia dalam karyanya. "Yang biasa digunakan adalah darah sapi," kata dia.

Penggunaan darah manusia, kata Pouliot, sangat terkait dengan persoalan etika. Bahkan dalam seni sekalipun, penggunaan darah manusia ditabukan. "Tabu, karena berkaitan dengan risikonya," kata dia.

Risiko yang dimaksud terkait penyakit yang berhubungan dengan darah seperti Ebola, Hepatitis B, dan HIV.

Sementara itu, Wakil Direktur Eksekutif Pusat Darah Amerika Serikat, Celso Bianco, mempertanyakan kebenaran penggunaan darah Saddam Hussein yang mencapai 27 liter dalam dua tahun.

Menurut regulasi di AS, donor darah yang dibolehkan hanyalah lima atau enam liter selama satu tahun, atau kurang dari segalon. Normalnya, 27 liter darah Saddam itu diambil selama sembilan tahun.
"Ini jumlah yang luar biasa. Kalau angka itu benar, pasti bikin dia anemia," kata Bianco. (kd)

hotel anti bencana, tiru bahtera nabi nuh

Ancaman pemanasan global, saat ketinggian permukaan laut diperkirakan naik secara ekstrim dan menenggelamkan sebagian planet Bumi, menjadi inspirasi perusahaan arsitektur Rusia, Remistudio.

Dalam program arsitektur penanggulangan bencana International Union of Architects, Remistudio merancang sebuah hotel yang bisa berperan sebagai bahtera penyelamat, kalau-kalau bencana dahsyat terjadi. Namanya, Ark Hotel. Bisa didirikan di laut atau darat.

Ini mungkin terdengar seperti perpaduan kisah bahtera Nabi Nuh dan cerita film fiksi ilmiah tahun 1970-an. Namun, hotel berbentuk kerang ini  memang didesain tahan yang banjir akibat kenaikan ekstrim permukaan air laut. Juga terhadap gelombang. Ark Hotel dapat mengapung dan timbul secara otomatis di permukaan air.
Hotel Terapung 3

Tak hanya itu, hotel ini juga tahan gempa, dan bisa didirikan di daerah yang berbahaya secara seismik. Arsiteknya mengklaim,  desain yang terdiri dari konstruksi busur dan kabel dengan bantalan bisa  mendistribusikan berat secara merata saat terjadi lindu.

Selain itu, struktur bawah tanahnya berbentuk tempurung, tanpa tepian atau sudut.  Hotel raksasa yang mengambang ini diklaim juga sebagai 'biosfer', surga yang nyaman bagi para penghuninya, bahkan saat bencana sekalipun.

Desain hotel futuristik ini menggunakan panel matahari dan instalasi pengumpul air hujan, menjamin ketersediaan energi, juga air bagi para penghuninya.

Lingkungan yang mirip rumah kaca juga memungkinkan tanaman tumbuh subur, membantu meningkatkan kualitas udara dan juga menyediakan makanan.

Selain itu, strukturnya yang tembus pandang membuatnya hemat energi di siang hari. Cukup memanfaatkan energi matahari. Untuk memastikan kualitas cahaya, bingkai kaca dilengkapi pembersih otomatis.
Hotel Terapung 1

Menurut Alexander Remizov dari Remistudio, ada dua pertimbangan utama dalam desain ini.

"Pertama, meningkatkan pengamanan dan pencegahan terhadap kondisi lingkungan yang ekstrim dan perubahan iklim. Yang kedua adalah melindungi lingkungan alam dari aktivitas manusia," kata dia, seperti dimuat Daily Mail, 10 Januari 2011.

Bahtera ini juga dimaksudkan untuk menjawab tantangan lingkungan global saat ini. Juga untuk mendukung sistem pertahanan hidup. 

"Semua tanaman dipilih yang sesuai, efisiensi pencahayaan, dan produksi oksigen. Juga bertujuan untuk menciptakan ruang yang menarik dan nyaman," kata dia.
Remizov menambahkan, atap hotel yang transparan menjamin ada cukup cahaya bagi tanaman dan untuk menerangi interior.
Perancangnya mengklaim, Ark Hotel bisa didirikan hanya dalam waktu beberapa bulan di seluruh bagian dunia. "Bagian-bagiannya bisa disatukan dalam waktu tiga sampai empat bulan," kata Remizov.

Hingga kini hotel ini masih berbentuk rancangan, para arsiteknya sedang mencari investor untuk membuatnya nyata. Selain jadi hotel yang nyaman untuk rehat, Ark Hotel bisa menjelma menjadi lokasi pengungsian di masa depan.


Hotel Terapung 2